By. Pdt. Thomos Sihombing, M.A.

SHARING KOTBAH MINGGU (SKM)
MINGGU, 19 Mei 2019 (Minggu KANTATE)
TOPIK: Beribadah Kepada Tuhan Dengan Setia / Nyanyikanlah Kidung Pujian dan Nyanyian Rohani.
KHOTBAH/BACAAN: Ezra 6:13-18, Ef 5:18-20, 2 Tim 2:1-7
A. PENDAHULUAN
Kitab Ezra membahas tentang kembalinya bangsa Israel dari pembuangan di Babel, dimulai dengan gelombang pertama dengan 40 ribu lebih orang Israel yang dipimpin oleh Zerubabel (Ezra 2). Prioritas utama yang mereka lakukan ketika sampai di Yerusalem adalah membangun kembali Bait Allah (Ezra 3). Setelah melalui berbagai hambatan (Ezra 4 dan 5), akhirnya Bait Allah itu ditahbiskan dan mereka mulai bisa beribadah kembali (Esra 6).
Tujuan pembangunan Bait Allah itu adalah untuk PEMULIHAN IBADAH BANGSA ISRAEL yang selama 70 Tahun di pembuangan tidak bisa beribadah dengan SETIA. Di Minggu KANTATE yang bermakna “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN” (Maz 98:1), maka momen kembalinya mereka dari pembuangan ke Yerusalem merupakan babak baru dengan nyanyian baru karena mereka bisa beribadah dengan SETIA kepada Tuhan.
B. PEMULIHAN IBADAH GEREJA TUHAN
Kehidupan bangsa Israel di pembuangan (Babel) adalah gambaran dari “Gereja lama”, gereja yang tidak bisa beribadah dengan SETIA karena tidak ada Bait Allah di sana. Sementara Yerusalem adalah gambaran “Gereja baru”, Gereja yang dipulihkan dengan dibangunnya kembali Bait Allah sebagai lambang kehadirann Allah, mereka bisa kembali beribadah kepada Tuhan dengan SETIA.
Gereja yang bisa BERIBADAH KEPADA TUHAN DENGAN SETIA, adalah Gereja yang sudah dipulihkan, yaitu Gereja yang dipenuhi oleh Roh Kudus (dipimpin oleh Roh), yang jemaatnya bisa bernyanyi dengan segenap hati, dan bersyukur kepada Tuhan dalam segala sesuatu (Ef 5:18-20).
Ciri-ciri IBADAH YANG SETIA dalam Gereja yang sudah dipulihkan itu adalah seperti yang dijelaskan dalam Ezra 6:13-18, sbb:
1. IBADAH YANG SETIA didasarkan pada kebenaran firman/perintah Tuhan, termasuk didalamnya dukungan dari para “pemimpin” yang dipakai Tuhan (Ezra 6:14).
2. IBADAH YANG SETIA melibatkan seluruh komponen/anggota dalam Gereja, semua anggota beribadah dalam semangat KESATUAN dan SUKACITA (Ezra 6:16).
3. IBADAH YANG SETIA memberi tempat pada korban persembahan kepada TUHAN termasuk korban “doa syafaat” untuk keselamatan (pengampunan dosa) bagi jemaat yang belum percaya Tuhan (Ezra 6:17).
4. IBADAH YANG SETIA menempatkan pelayan-pelayan Gereja disemua kelompok untuk menuntun setiap anggota beribadah kepada Tuhan (Esra 6:18).
C. PENUTUP
Dari bacaan 2 Tim 2:1-7, Gereja yang SETIA ini akan mendorong seluruh jemaat untuk bertumbuh dan memiliki:
1. HATI MURID, belajar dan mengajar yang lain (Ay 1-2).
2. HATI PRAJURIT, berani menghadapi musuh dalam ketaatan kepada Komandan/Pemimpin (Ay 3-4).
3. HATI OLAHRAGAWAN, hidup dengan penuh disiplin dan mengikuti aturan (Ay 5).
4. HATI PETANI, bekerja keras (menabur dan menuai hasil) serta menikmati buah pekerjaan dan pelayanannya (Ay 6).
5. PENGERTIAN BARU dalam segala sesuatu dari Tuhan, khususnya untuk kita bisa beribadah dengan SETIA kepada Tuhan (Ay 7).
