
By: Pdt. Thomos Sihombing, M.A.
SHARING KOTBAH MINGGU (SKM)
Minggu, 27 Oktober 2019
Topik: ALLAH MENGASIHI ORANG YANG SUCI HATINYA
Khotbah/Bacaan: AMSAL 22:8-12 / 1 KORINTUS 6:1-8
✅ A. PENDAHULUAN
Amsal 22:11
“Orang yang mencintai KESUCIAN HATI dan yang MANIS BICARANYA menjadi sahabat raja.”
Kata “kesucian” dalam ayat tersebut dalam bahasa aslinya (Ibrani = tahir) yang berarti murni tidak ada noda dan dosa. Dalam hukum Taurat orang yang berpenyakit kusta dianggap tidak tahir dan harus dikucilkan (Im 13:8, 46). Allah mengasihi orang yang memiliki hati yang TAHIR, yang tidak memiliki KUSTA ROHANI. Dengan orang seperti itulah ALLAH (raja) ingin bersahabat atau berelasi secara pribadi (Ams 22:11).
✅ B. HATI YANG SUCI/TAHIR
Amsal 12:8-12 menjelaskan PERILAKU orang yang memiliki hati yang tidak SUCI/TAHIR atau yang memiliki KUSTA ROHANI, sbb:
1️⃣. Menabur Kecurangan (Ams 22:8)
? Orang yang hatinya TIDAK SUCI/TAHIR adalah orang yang menabur kecurangan, tidak jujur dan tidak adil kepada sesama.
2️⃣. Pencemooh (Ams 22:10)
? Orang yang hatinya TIDAK SUCI/TAHIR adalah orang yang mencemooh, mengejek dan merendahkan sesama.
3️⃣. Penghianat (Ams 22:12)
? Orang yang hatinya TIDAK SUCI/TAHIR adalah orang yang menghianati atau yang tidak setia kepada sesamanya.
Sementara orang yang hatinya SUCI/TAHIR adalah seperti ayat ini:
Amsal 22:9
“Orang yang BAIK HATI akan DIBERKATI, karena ia MEMBAGI REZEKINYA dengan si miskin”
Mereka yang hatinya SUCI/TAHIR adalah mereka yang BAIK HATI yang memiliki dua ciri penting, yaitu:
1. Diberkati Tuhan
2. Menjadi berkat bagi orang lain
ALLAH mengasihi mereka yang SUCI/TAHIR HATINYA untuk DIBERKATI dan MENJADI BERKAT bagi orang lain (Ams 22:9), kenapa? Karena mereka mencintai KESUCIAN HATI (dalam) dan KESUCIAN MULUT BICARA (luar), sehingga ALLAH/raja mau bersahabat dan berelasi dengan mereka (Ams 22:11).
✅ C. KESIMPULAN
Bacaan (1 Kor 6:1-8) menunjukkan bahwa hati yang tidak suci/tahir bisa ada dalam jemaat, karena itu Paulus menegur jemaat Korintus yang tidak Suci/Tahir karena melakukan ketidak-adilan yang mendatangkan kerugian terhadap saudara-saudara yang lain dalam jemaat (1 Kor 6:8).
Paulus menegaskan bahwa untuk memiliki hati yang suci/tahir dari dosa, maka kita harus memberi diri dulu untuk disucikan dari segala dosa kita dan dibenarkan dalam nama Yesus dan Roh Kudus (1 Kor 6:11). Inilah saat dimana kita bertobat, percaya dah menerima Yesus. Lalu, Yesus yang tinggal dalam diri kita melalui Roh Kudus itulah yang akan menolong kita untuk hidup dengan hati yang suci/tahir dari dalam dan luar (1 Kor 6:19, Gal 2:20).
Hidup suci/tahir bukankan buah dari usaha kita tapi buah dari persekutuan kita dengan Yesus yang tinggal dalam kira melalui Roh Kudus. Amin!
