
By: Pdt. Drs. Thomos Sihombing, M.A.
SHARING KOTBAH MINGGU (SKM)
Minggu, 16 Februari 2020
Topik: MEMELIHARA PERINTAH ALLAH DENGAN BENAR
Khotbah/Bacaan: MARKUS 7:1-8 / ULANGAN 30:15-20
? A. PENDAHULUAN
PERINTAH ALLAH adalah Firman Tuhan tang tertulis dalam Alkitab yang menjadi pegangan hidup orang Kristen. PERINTAH ADAT adalah tradisi atau kebiasaan yang dilakukan secara turun-temurun oleh setiap suku bangsa. Bangsa Yahudi memegang kuat adat-istiadat seperti membasuh tangan dan membasuh diri sebelum makan, mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga (Mark 7:3-4).
? B. PERINTAH ALLAH VS PERINTAH ADAT
ORANG BATAK (Toba, Simalungun, Karo, Dst) ketika menjadi orang Kristen maka statusnya berubah menjadi orang “KRISTEN-BATAK” bukan “BATAK-KRISTEN”. Orang “KRISTEN-BATAK” artinya menempatkan NILAI KRITEN (Alkitab) diatas NILAI ADAT BATAK, dan bukan sebaliknya “BATAK-KRISTEN” yang menempatkan Nilai Adat Batak diatas nilai Kristen (Alkitab).
Yesus menghargai dan tidak melarang adat Yahudi yang baik seperti membasuh tangan sebelum makan, dsb, demikian juga Yesus menghargai Adat Batak yang tidak bertentangan dengan Alkitab. Sementara adat yang bertentangan dengan Alkitab tentu harus ditinggalkan.
? C. MEMELIHARA PERINTAH ALLAH DENGAN BENAR
Markus 7:6-8 mengajarkan prinsip bagaimana kita harus MEMELIHARA perintah Allah dan BERIBADAH dengan Benar, sebagai berikut:
1️⃣. PERINTAH ALLAH harus dijalankan dengan hati yang TERPAUT kepada Allah, bukan dengan ucapan di bibir saja (Ay 6). Orang yang menaruh Perintah Allah hanya dibibir tapi tidak di hati, dia belum melakukan perintah Allah.
2️⃣. BERIBADAH harus didasarkan pada PERINTAH ALLAH (Alkitab) yang tidak pernah berubah, bukan didasarkan perintah manusia atau adat (Ay 7). Adat Istiadat bukanlah Firman Allah karena bisa berubah tergantung zaman.
3️⃣. PERINTAH ALLAH harus diatas dan menerangi Perintah Manusia/Adat Istiadat (Ay 8.) Jangan seperti orang Yahudi yang menempatkan Adat diatas Firman Allah.
?? Menjalankan adat yang baik adalah bagian dari INTERAKSI SOSIAL kita yang tidak diatur secara khusus dalam ALKITAB, seperti adat perkawinan di Kana dengan menu anggur dimana Yesus hadir dan menghargainya (Yoh 2:1-11), kita juga melakukannya dalam KASIH dan KEBENARAN.
? D. PENUTUP
Ayat bacaan (Ulangan 30:15-20) menegaskan bahwa orang yang hidup berpegang pada PERINTAH ALLAH atau FIRMAN ALLAH dan berpaut padaNya akan diberkati (Ul 30:20). Orang yang bisa berpegang dan menjalankan “Firman Yang Tertulis” (Alkitab) adalah orang yang telah memiliki “Firman Yang Hidup” (Yesus) dalam hatinya. Yesus itulah yang memampukan kita memelihara perintah Allah itu.
