By: Pdt. Thomos Sihombing

SHARING KOTBAH MINGGU (SKM)
Minggu, 17 Maret 2019
Topik: Yesus, Imam Besar Agung
Evangelium: Ibrani 4:14-16
Epistel: Ayub 42:1-6
A. PENDAHULUAN
Dalam PL, Imam adalah seseorang dari suku Lewi yang diangkat oleh Tuhan untuk menjadi mediator atau perantara antara manusia dan Tuhan dalam ibadah dan upacara keagamaan Yahudi. Diantara Imam2 itu diangkat satu orang sebagai IMAN BESAR dari keturunan Imam Harun.
Tanpa IMAM BESAR, tidak ada seorangpun dari umat Yahudi yang bisa menerima pengampunan dosa dan pendamaian khusus dengan Tuhan, karena itu sekali setahun IMAM BESAR itu masuk ke RUANG MAHA KUDUS di Bait Suci Yahudi untuk mempersembahkan korban darah untuk penghapus dosa bangsa Yahudi.
B. YESUS, IMAM BESAR AGUNG
Yesus, ditetapkan menjadi IMAN BESAR untuk menggenapi fungsi Imam Besar Yahudi menjadi perantara antara manusia berdosa dengan Allah. Yesus, bukan sekedar IMAM BESAR, tapi IMAM BESAR AGUNG, keagunganNya yang membedakan dengan IMAM BESAR Yahudi yaitu:
1. Yesus menjadi IMAM BESAR bukan melalui jalur “manusiawi suku Lewi” tetapi melalui peraturan Melkisedek, jalur ILAHI, Imam Yang Kekal (Ibr 5:5-6), yaitu Allah yang mengambil rupa manusia.
2. IMAM BESAR Yahudi hanya mempersembahkan darah hewan (domba, dll) tetapi Yesus mempersembahkan TUBUH dan DARAHNYA sendiri yang tidak bercacat untuk pengampunan dosa manusia (Ibr 7:26-27).
3. IMAM BESAR Yahudi hanya bisa masuk sampai ruang MAHA KUDUS di Bait Suci Yahudi, kediaman Allah di bumi, tetapi Yesus menembusnya dengan melintasi semua langit (Ibr 6:14) sampai ke Sorga, kediaman Allah yang sesungguhnya.
C. PEKERJAAN IMAM BESAR AGUNG
Sebagai Imam Besar Agung, Yesus mengerjakan untuk kita hal-hal yang tidak bisa dikerjakan oleh Imam Besar Yahudi yaitu:
1. Membangun jalan yang menembus Sorga dengan melintasi semua langit untuk memastikan kita sampai kepada Bapa di Sorga melalui pengakuan Iman kita kepada Yesus (Ibr 4:14).
2. Menjadi teladan bagi kita dengan mengalami semua pencobaan yang kita alami dan mengalahkannya ketika Dia menjadi manusia di bumi (Ibr 4:15). Kalau Dia bisa menang (sebagai manusia) tentu kita pun bisa karena Dia.
3. Membuka jalan bagi kita untuk bisa langsung menghampiri tahta kasih karunia Allah dan berdoa langsung melalui Yesus untuk mendapat pertolongan khusus dalam kehidupan kita sehari-hari (Ibr 4:16)
D. PENUTUP
Banyak orang Kristen hanya mengenal Yesus sebagai Juru Selamat yang telah menyelesaikan tugas diatas kayu salib, dan seolah-olah tidak ada lagi yang dilakukan Yesus sekarang ini. Padahal Yesus masih menjalankan tugasnya sebagai IMAM BESAR AGUNG minimal dalam tiga hal diatas, bahkan masih “bersyafaat sebagai pengantara” bagi kita sampai sekarang (Yoh 17, Ibr 7:25, 1 Yoh 2:1).
Melalui Yesus, IMAM BESAR AGUNG, kita bisa menghadap tahta Allah secara PRIBADI dan bersekutu dengan Dia dengan menikmati, mengalami dan bertumbuh dalam FirmanNya seperti pengalaman Ayub dalam ayat Epistel (Ayub 42:1-6), bahkan bisa punya pengalaman khusus langsung dengan Allah yaitu:
“Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau” (Ayub 42:5).
Hal itu hanya bisa terjadi kalau kita secara pribadi telah memiliki IMAM BESAR AGUNG ITU, yaitu Yesus ketika kita percaya dan menerimaNya dalam hati kita.
Selamat Melayani….
