
By: Pdt. Thomos Sihombing, M.A.
SHARING KOTBAH MINGGU (SKM)
Minggu, 4 Agustus 2019
Topik: Tuhan Kekuatan Ditengah Pergumulan
Khotbah/Bacaan: Habakuk 3:14-19/1 Tesalonika 4:13-18
A. PENDAHULUAN
Kitab Habakuk ditulis sebelum bangsa Yehuda dibuang sebagai tawanan di Babel. Pada saat ini mereka sedang mengalami pergumulan karena ketidak-adilan dan kekerasan, karena itu nabi Habakuk berseru kepada Tuhan dengan dua pertanyaan penting yaitu: BERAPA LAMA LAGI (Hab 1:2) dan MENGAPA TUHAN membiarkan umatNya mengalami PERGUMULAN yang berat itu (Han 1:13). Pertanyaan Habakuk ini menjadi pertanyaan kita juga ketika kita sedang menghadapi pergumulan berat dalam hidup kita.
B. TUHAN KEKUATAN DALAM PERGUMULAN KITA.
Kitab Habakuk memberi pelajaran penting kepada kita kenapa TUHAN mengijinkan UmatNya mengalami pergumulan dalam waktu tertentu yaitu agar kita sebagai umatNya belajar MERENDAHKAN HATI dan HIDUP OLEH IMAN (Hab 2:4).
Untuk mengalami kekuatan TUHAN dalam pergumulan, kita perlu meneladani sikap Habakuk dalam Hab 3:14-19 sebagai berikut:
1. Menerima Kedaulatan TUHAN (Hab 3:14-15).
TUHAN dalam KEDAULATANNYA, menggunakan anak panahNya untuk “menusuk” dan menggunakan KudaNya untuk “menginjak” agar kita mengalami PERGUMULAN dalam RENCANA TUHAN untuk tujuan yang baik bagi kita.
2. Tenang Dalam TUHAN (Hab 3:16).
Meskipun situasi dan kondisi sangat berat serta membuat hati dan tubuh kita gemetar, namun HATI kita harus bersikap TENANG untuk menghadapi semua PERGUMULAN yang diijinkan TUHAN itu. Seperti lagu terkenal “TENANGLAH JIWAKU”.
3. Bersorak Karena KeselamatanNya (Hab 3:17-18).
Selama masa PERGUMULAN, dimana tidak ada HASIL/BUAH yang bisa dinikmati (tidak ada bunga, anggur, minyak, ladang dan ternak), namun kita bisa BERSORAK karena menikmati “HASIL/BUAH” KESELAMATAN dari TUHAN, yaitu kita tidak akan binasa melalui pergumulan apapun yang TUHAN ijinkan itu.
4. Beriman Bahwa TUHAN Adalah Kekuatanku (Hab 3:19)
Dalam menghadapi PERGUMULAN kita, dengan IMAN kita yakin TUHAN adalah kekuatan kita yang membuat kaki kita seperti kaki rusa yang dengan lincah berjejak diatas bukit-bukit PERGUMULAN kita sampai kita melewatinya dengan kemenangan.
C. PENUTUP
PERGUMULAN kita tidak hanya berupa penderitaan karena tindakan PIHAK LUAR, tapi juga duka-cita karena PIHAK DALAM, yaitu kehilangan orang yang kita kasihi seperti ayat bacaan 1 Tes 4:13-18. Dalam PERGUMULAN duka-citapun, TUHAN yang adalah kekuatan kita memberi penghiburan dan pengharapan bahwa kita akan bertemu lagi (dikumpulkan) di Sorga, ini berlaku untuk semua yang percaya pada Yesus (1 Tes 4:14).
Arti kata HABAKUK adalah “PERGUMULAN” dan juga “PELUKAN”, artinya: Sebagai umat TUHAN, dimana ada PERGUMULAN disitu juga ada PELUKAN TUHAN yang adalah KEKUATAN KITA, yang menguatkan kita menjalani pergumulan itu. AMIN!
