
By. Pdt. Thomos Sihombing, M.A.
SHARING KOTBAH MINGGU (SKM)
Minggu, 30 Juni 2019
Topik: Kebahagiaan Orang yang Dibenarkan Tuhan
Khotbah/Bacaan: Roma 10:4-12/Mazmur 32:1-11
A. PENDAHULUAN
Roma 10 dimulai dengan doa Paulus agar bangsa Israel DISELAMATKAN (Rom 10:1), yaitu menerima hidup kekal di Sorga. Musa menuliskan hukum Taurat sebagai pegangan KEBENARAN bagi bangsa Israel untuk beroleh KESELAMATAN itu. Musa menjelaskan bahwa setiap orang yang bisa melakukan semua hukum Taurat akan hidup (DISELAMATKAN) olehnya/hukum Taurat itu (Rom 10:5, Im 18:5)..
Namun pada kenyataannya tidak seorangpun yang mampu melakukan hukum Taurat itu, karena justru oleh hukum Taurat itu manusia mengenal dan berbuat dosa, dengan cara melanggar hukum Taurat itu sendiri. Berhubung tidak seorangpun umat Israel yang bisa melakukan hukum Taurat itu maka tidak ada yang bisa DIBENARKAN (DISELAMATKAN) karena melakukan atau melalui hukum Taurat (Rom 3:20).
B. DIBENARKAN OLEH IMAN KEPADA YESUS
Hanya Yesus yang sanggup melakukan hukum Taurat, karena Dia adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga setiap orang yang PERCAYA Yesus akan BEROLEH KEBENARAN, yaitu DIBENARKAN/DISELAMATKAN karena Imannya itu (Rom 10:4).
Dan IMAN yang sanggup MEMBENARKAN dan MENYELAMATKAN KITA itu adalah:
1. IMAN yang berpusat pada KASIH, KUASA dan ANUGRAH TUHAN bukan pada USAHA dan PERBUATAN MANUSIA yaitu:
– Hanya TUHAN yang sanggup “menurunkan” atau mengaruniakan anakNya Yesus dari Sorga ke bumi untuk menebus dosa-dosa kita (Rom 10:6).
– Hanya TUHAN yang sanggup “membangkitkan” Yesus dari kematian untuk mengalahkan kuasa maut (Rom 10:7).
Usaha dan perbuatan baik manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya, hanya Anugerah Allah yang bisa menyelamat manusia (Ef 2:8-9).
2. IMAN yang dinyatakan dalam PERKATAAN dan TINDAKAN, dengan menerima pemberitaan Firman Injil Keselamatan dalam mulut dan hati kita (Rom 10:8) dengan cara:
– Mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan (Rom 10:9a) serta:
– Percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati (Rom 10:9b).
Mengaku dimulut dan percaya di hati adalah IMAN yang dinyatakan dalam PERKATAAN dan TINDAKAN yang MENYELAMATKAN. Ini disimpulkan dalam ayat selanjutnya Rom 10:10 bahwa: “Karena dengan hati orang percaya dan DIBENARKAN, dan dengan mulut orang mengaku dan DISELAMATKAN”.
Jadi, orang DIBENARKAN/DISELAMATKAN bukan karena melakukan hukum Taurat, karena tidak seorangpun yang sanggup melakukannya, tetapi oleh IMAN kepada Yesus yang telah MENGGENAPI HUKUM TAURAT ITU dengan cara MENGAKU YESUS DIMULUT dan DIHATI (menerima DIA dalam hati).
C. PENUTUP
Dalam ayat bacaan (Maz 32:1-11) dijelaskan bahwa orang yang dibenarkan dan diselamatkan itu adalah orang yang dosa-dosanya telah ditebus dan diampuni oleh TUHAN. Pengampunan itu terjadi apabila kita MENGAKU DOSA KITA seperti firman Tuhan ini:
Mazmur 32:5
(5) Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan;
aku berkata: “Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,”
Berbahagialah kita yang dibenarkan dan diselamatkan serta yang diampuni dosanya oleh TUHAN, sehingga menerima hidup yang kekal di Soga, bukan karena perbuatan baik kita tapi karena Anugerah Tuhan.
Dan berbahagialah kita jika kita bisa berbuat baik juga karena Anugerah TUHAN, sebagai tanda syukur kita karena kita sudah diselamatkan TUHAN (bukan supaya diselamatkan).
Selamat BERBAHAGIA karena ANUGERAH TUHAN..??
