By: Pdt. Thomos Sihombing

SHARING KOTBAH MINGGU
Minggu, 3 Maret 2019
Topik: Yesus, Mesias Anak Allah yang Hidup
Evangelium: Matius 16:13-20
Epistel: Yosua 5:13-15
“Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Mateus 16:15-16)
A. ARTI MESIAS
“Mesias” (Ibrani) berarti “yang diurapi”, bahasa Yunaninya “Christos” (Kristus). Dalam PL, setiap orang yang diurapi Tuhan untuk tugas tertentu disebut juga “mesias” seperti Harun (Imam, Im 8:12), Elisa (Nabi, 1 Raja 19:16), Daud (Raja, 1 Sam 16:13), dll. Kata “urapi” dalam ayat2 itu menggunakan kata dasar “mesias”.
B. MESIAS DALAM PANDANGAN BANGSA ISRAEL.
Allah menjanjikan Mesias bagi bangsa Israel untuk membebaskan mereka dari penjajahan dan penderitaan yang mereka alami sekian lama (Yes 61:1-3). Meskipun Yesus telah menyatakan Dialah Mesias yang dijanjikan itu (Luk 4:17-21), namun bangsa Israel menolaknya dan bahkan menyalibkannya.
Bagi bangsa Israel, Mesias yang dijanjikan itu akan memulihkan dan membebaskan mereka dari penjajahan bangsa lain (dalam zaman Yesus dari penjajahan Romawi). Murid2 Yesus juga memiliki pandangan seperti itu dan berharap Yesus sebagai Mesias akan memulihkan kerajaan Israel (Kis 1:6).
C. SIAPAKAH YESUS?
Dalam Nats Matius 16:13-20, Yesus bertanya kepada murid2Nya tentang “siapa Dia” dan ada 2 jawaban yang diberikan, sbb:
- Yesus adalah salah seorang Nabi sama seperti Yohanes, Elia, Yeremia (Mat 16:13-14). Kelompok ini memandang Yesus hanya “utusan Allah” dan bukan Allah itu sendiri, ini pandangan yang salah!
- Yesus adalah “Mesias, Anak Allah yang hidup” (Mat 16:15-16). Kelompok ini memandang Yesus bukan hanya “utusan Allah” tapi juga ANAK ALLAH dan ALLAH ITU SENDIRI, ini pandangan yang benar.
Jadi Yesus Kristus, Mesias yang dijanjikan itu adalah:
- ANAK ALLAH/ ALLAH yang menjadi MANUSIA, bukan “mesias kecil” seperti Imam, Nabi dan Raja dalam PL.
- Satu-satunya “JURUSELAMAT” yang “DIURAPI” untuk membebaskan manusia dari penjajahan dosa (Rohani), bukan dari penjajahan bangsa/manusia (Jasmani).
D. PENUTUP
- Bisa mengakui bahwa “Yesus, Mesias, Anak Allah” (Mat 16:16) adalah Anugerah Bapa (Mat 16:17), bukan pemikiran manusia. Pengakuan ini menjadi dasar Yesus membangun GerejaNya (Mat 16:18). Kita hanya bisa mengerti TubuhNya/GerejaNya kalau mengerti KepalaNya (Yesus) dengan benar.
- Gereja/anak-anak Allah diberi KUNCI untuk membuka dan menutup kerajaan Sorga melalui PEMBERITAAN INJIIL YESUS, sang MESIAS, sehingga yang percaya Yesus akan SELAMAT (masuk Sorga) dan yang tidak percaya akan BINASA (Mat 16:19).
- Keselamatan yang BENAR adalah ketika kita percaya pada YESUS YANG BENAR, yaitu MESIAS, ANAK ALLAH. Hal ini sulit dimengerti oleh yang belum percaya sehingga perlu hikmat dan waktu yang tepat untuk mengabarkan Sang Mesias itu (Mat 16:20).
- TEMBOK DOSA hanya bisa dirobohkan oleh “YESUS, MESIAS BESAR, ANAK ALLAH”, tidak bisa oleh “mesias kecil”. Seperti dalam Nats Epistel bahwa TEMBOK YERIKO hanya bisa dirobohkan oleh PANGLIMA BALATENTARA TUHAN (Yos 5:13-15), digenapi dalam Yos 6, inilah bayang2 YESUS, sang MESIAS itu.
- Yesus 100% Allah dan 100 % Manusia, karena itu hanya YESUS yang bisa mempersatukan MANUSIA dengan ALLAH melalui kematianNya diatas kayu Salib, inilah karya Agung Yesus Kristus, Anak Allah, Sang Mesias itu.
Please add if you would like to share something…. God bless.
