
By: Pdt. Thomos Sihombing, M.A.
SHARING KOTBAH MINGGU (SKM)
Minggu, 7 Juli 2019
Topik: Taat kepada Allah: Pencipta, Pemilik dan Penguasa Segala Sesuatu
Khotbah/Bacaan: Kisah 17:22-30/Yes 50:7-10
A. PENDAHULUAN
Atena adalah kota filsafat, kotanya filosof terkenal Socrates, Plato dan Aristoteles. Disitu Paulus berhadapan dengan kelompok filsafat EPIKUROS dan STOA (Kis 17:18) yang sama2 percaya pada banyak allah/dewa, hanya, EPIKUROS percaya tidak ada kehidupan setelah kematian dan hidup harus memuaskan kesenangan/nafsu. Sementara STOA percaya suatu saat mereka akan menjadi bagian dari allah/dewa itu, bagi STOA kebenaran dan kebijakan harus mengatasi kesenangan/nafsu.
Karena kepercayaan EPIKUROS dan STOA ini maka kota mereka, Atena penuh dengan patung2 berhala (Kis 17:16), tempat pemujaan allah2 atau dewa2 mereka. Kepada kelompok EPIKUROS dan STOA inilah Tuhan mengutus Paulus untuk melayani mereka. Setelah melalui debat pendahuluan, akhirnya mereka membawa Paulus ke SIDANG AREOPAGUS, suatu tempat pengadilan, untuk mendengar ajaran Paulus sekaligus memenuhi rasa ingin tahu mereka tentang hal-hal yang baru (Kis 17:18-21).
B. MENGENAL & TAAT KEPADA ALLAH YANG BENAR
Didepan sidang Areopagus yang dihadiri oleh majelis Areopagus dan kelompok EPIKUROS dan STOA, Paulus menjelaskan kepada mereka ALLAH YANG BENAR yang mereka harus TAAT, karena selama ini mereka menyembah dewa-dewa (Kis 17:22). ALLAH yang BENAR itulah ALLAH yang belum mereka kenal (Kis 17:23). Lalu Paulus memperkenalkan ALLAH yang benar itu kepada mereka bahwa DIALAH:
1. ALLAH PENCIPTA SEGALA SESUATU (Kis 17.24-25)
– Ini untuk mematahkan kepercayaan EPIKUROS bahwa dunia/materi bersifat kekal, jadi tidak ada yang menciptakan dunia/materi ini.
– Ini juga mematahkan kepercayaan mereka bahwa ALLAH itu bersemayam di kuil-kuil ciptaan manusia (Ay 24), tetapi DIA bersemayam di Sorga.
– Sebagai pencipta segala sesuatu maka ALLAH tidak kekurangan segala sesuatu (Ay 25).
2. ALLAH PEMILIK SEGALA SESUATU (Kis 26-27)
– ALLAH adalah sumber segala sesuatu yang ada didunia ini, karena itu DIA lah PEMILIK segala sesuatu yang ada itu (Ay 26).
– Setiap manusia harus mencari dan menemukan PEMILIK dirinya, yaitu ALLAH yang tidak pernah jauh dari mereka, ciptaanNya itu (Ay 27).
3. ALLAH PENGUASA SEGALA SESUATU (Ay 28-29)
– Diluar ALLAH sang PENGUASA, maka manusia tidak bisa hidup, tidak bisa bergerak dan tidak ada (Ay 28).
– Sebagai PENGUASA, ALLAH yang berstatus ILAHI itu tidak sama dengan materi ciptaan (emas, perak, batu) atau keahlian manusia (Ay 29).
C. PENGINJILAN KEPADA KELOMPOK EPIKUROS DAN STOA (Kis 17:30-31)
Paulus mengakhiri penjelasannya tentang ALLAH yang BENAR itu dengan melakukan penginjilan kepada mereka bahwa untuk bisa mengenal ALLAH sang pencipta, pemilik dan penguasa segalanya itu, maka mereka sekarang HARUS BERTOBAT (Kis 17:30), yaitu berbalik dari allah/dewa yang salah kepada ALLAH yang BENAR melalui percaya Yesus yang telah mati dan bangkit kembali sebagai Penebus, Juruselamat dan Hakim yang Agung (Kis 17:31).
D. PENUTUP
Kita yang percaya kepada ALLAH YANG BENAR, yaitu sang Pencipta, Pemilik dan Penguasa segala yang ada harus siap juga memperkenalkan (bukan memaksakan) DIA kepada orang lain yang belum mengenal DIA sebagai bentuk ketaatan kita kepada ALLAH.
Ayat bacaan kita (Yes 50:7-10) mengingatkan kita bahwa ketika kita percaya kepada ALLAH YANG BENAR, maka:
1. kita tidak mendapat malu (Ay 7).
2. musuh tidak bisa membantah kita (Ay8).
3. DIA akan melenyapkan musuh kita (Ay 9).
4. DIA akan mengutus hambaNya untuk menolong kita tidak hidup dalam kegelapan (Ay 10).
Mari kita TAAT kepada ALLAH YANG BENAR, sang pencipta, pemilik dan penguasa segala sesuatu dan memperkenalkan DIA kepada dunia ini. Amin!
