By. Pdt. Thomos Sihombing

SHARING KOTBAH MINGGU (SKM)
Minggu, 07 April 2019
Topik: Hidup Dalam Kasih Setia Allah & Yesus, Ingatlah Aku!
Evangelium: Mazmur 25:1-7 & Lukas 23:39-43
Epistel: Yohanes 15:9-15 & Ulangan 32:4-6
A. PENDAHULUAN
Minggu ini adalah Minggu JUDIKA (Keadilan Ilahi), sebagian Gereja mengambil Tema “Hidup Dalam Kasih Setia Allah” (Maz 25:1-7) dan ada yang mengambil Tema “Yesus, Ingatlah Aku” (Luk 23:39-43). Kedua Tema itu memiliki penekanan yang sama bahwa hanya Kasih Setia Allah yang “mengingat kita” dan memberikan “keadilan Ilahi” kepada kita melalui karya Salib Kristus.
B. KASIH SETIA DAN KEADILAN TUHAN
Semua manusia pernah mengalami persoalan hidup karena masalah yang disebabkan oleh musuh2 manusia (Maz 25:2). Persoalan lainnya adalah ketika manusia harus menanggung akibat dosa2 mereka dan puncaknya adalah saat menghadapi maut seperti yang sedang dialami oleh penjahat di samping Salib Yesus (Luk 23:41).
Salib Kristus adalah tempat bertemunya KASIH SETIA dan KEADILAN TUHAN bagi orang berdosa. Dengan KASIH SETIANYA Dia mengampuni dosa kita sehingga kita tidak dihukum (binasa), namun dengan KEADILANNYA Dia tetap menjalankan hukuman atas dosa-dosa kita itu, namun bukan kita yang mengalaminya tapi Yesus sendiri. Itulah KASIH SETIA dan KEADILAN TUHAN yang luar biasa kepada kita yang percaya Yesus.
C. MENERIMA DAN HIDUP DALAM KASIH SETIA DAN KEADILAN TUHAN
Allah menginginkan kita menerima Kasih Setia dan hidup didalamnya dengan langkah-langkah iman seperti doa Daud:
1. Berpaling kepada Tuhan dengan mengangkat jiwa kita hanya kepada TUHAN (Maz 25:1).
2. Percaya pada TUHAN, menanti-nantikan TUHAN serta setia (tidak berkhianat) kepada TUHAN (Maz 25:2-3).
3. Selalu rindu untuk hidup dalam Jalan dan Kebenaran TUHAN yang telah menyelamatkan kita (Maz 25:4-5).
4. Bersandar pada Kasih Setia Tuhan yang selalu MENGINGAT KITA dan MELUPAKAN/MENGAMPUNI DOSA-DOSA KITA (Maz 25:6-7).
Sikap hati Daud itulah yang membuat dia mengalami Kasih Setia dan Keadilan TUHAN (JUDIKA), seperti yang juga dialami oleh penjahat disamping Yesus di kayu salib itu melalui Imannya bahwa dia:
1. Takut akan Allah dan hukuman Allah (Luk 23:40).
2. Sadar bahwa dia orang berdosa yang layak dihukum (Luk 23:41).
3. Berseru dengan Iman: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja” (Luk 23:42) yang mengandung arti “percaya dengan pengharapan untuk hidup bersama Yesus di Surga.”
Yesus menghargai sikap hati penjahat itu dengan memberi KASIH SETIA dan JUDIKA dengan berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Luk 23:43), Puji Tuhan!
D. MEMBAGIKAN KASIH SETIA DAN KEADILAN TUHAN
Sebagai tanda syukur akan Kasih Setia dan Keadilan Tuhan pada kita, maka Tuhan menginginkan kita untuk:
1. Tinggal dalam Kasih Tuhan dan mengekspresikan kasih Tuhan dengan penuh sukacita (Yoh 15:9-12).
2. Menjadi Sahabat Yesus dan bersama Yesus kita berkorban (menyerahkan nyawa) untuk melayani orang lain (Yoh 15:13-15).
3. Mengingatkan orang lain untuk mengenal Allah yang Adil, Setia dan Benar yang dapat menjadikan mereka anak-anak Bapa (Ulangan 32:4-6).
E. PENUTUP
Mari kita hidup dalam Kasih Setia dan Keadilan Tuhan dengan terlebih dahulu percaya dan menerima Yesus, lalu bersama Yesus yang tinggal dalam diri kita maka kita berbagi Kasih Setia dan Keadilan Tuhan (JUDIKA) kepada orang lain.
Notes:
Silahkan kalau ada Bapak/Ibu yang ingin menambahkan atau melengkapi untuk kita saling mendukung dalam pelayanan Kotbah kita…..God bless….Selamat Melayani…?
