{"id":127,"date":"2019-04-18T07:59:11","date_gmt":"2019-04-18T07:59:11","guid":{"rendered":"https:\/\/glfiministry.org\/news\/?p=127"},"modified":"2019-04-18T07:59:11","modified_gmt":"2019-04-18T07:59:11","slug":"yesus-terkutuk-karena-dosa-kita-yesus-dipaku-diatas-kayu-salib","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/glfiministry.org\/news\/yesus-terkutuk-karena-dosa-kita-yesus-dipaku-diatas-kayu-salib\/","title":{"rendered":"\u201cYesus Terkutuk Karena Dosa Kita\u201d &#038; \u201cYesus Dipaku Diatas Kayu Salib\u201d"},"content":{"rendered":"<div id=\"modal-ready\">\n<p> By. Pdt. Thomos Sihombing, M.A. <\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"400\" height=\"300\" src=\"https:\/\/glfiministry.org\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/jesus_on_the_cross.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-128\" srcset=\"https:\/\/glfiministry.org\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/jesus_on_the_cross.jpg 400w, https:\/\/glfiministry.org\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/jesus_on_the_cross-300x225.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p><strong>SHARING KOTBAH JUMAT AGUNG<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>JUMAT, 19 April 2019<\/strong><br>Topik: \u201cYesus Terkutuk Karena Dosa Kita\u201d &amp; \u201cYesus Dipaku Diatas Kayu Salib\u201d<br>Khotbah: Markus 15:22-32<br>Bacaan: Mika 7:7-13<\/p>\n\n\n\n<p><strong>A. PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Hari Jumat Agung Yesus mati disalibkan untuk menebus dosa-dosa manusia. Yesus menjadi \u201cTerkutuk Disalibkan\u201d menjadi orang yang terhitung diantara orang-orang yang durhaka (Mark 15:28) untuk menggantikan kita memikul MAUT yaitu penderitaan yang&nbsp;hebat&nbsp;secara fisik, psikologis dan rohani (terpisah dari Allah selamanya).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>B. RENCANA MANUSIA DALAM PENYALIBAN YESUS<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Orang Yahudi sudah punya rencana untuk membunuh Yesus seperti diungkapkan pasal sebelumnya (Mark 14:1-2). Rencana itu untuk meluapkan kedengkian mereka kepada Yesus (Mat 27:18) atas berbagai hal (mujizat, dll) yang dikerjakan Yesus yang menyebabkan banyak pengikut mereka membelot menjadi percaya Yesus, khusus beberapa hari menjelang Yesus disalibkan (Yoh 12:11, 19).<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun Pilatus dan Herodes tidak menemukan kesalahan seperti yang dituduhkan kepada Yesus untuk dihukum mati (Luk 23:14-15), namun mereka memiliki SATU ALASAN ROHANI yang membuat Pilatus menyerah, yaitu karena Yesus mengaku sebagai Anak Allah. Bagi orang Yahudi (yang tidak mengenal Yesus sesungguhnya), barang siapa yang mengaku diri sebagai Anak Allah harus dihukum mati (Yoh 19:7) karena menghujat nama Allah (Im 24:16), atas dasar itulah Pilatus menyerahkan Yesus untuk disalib.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>C. RENCANA ALLAH DALAM PENYALIBAN YESUS<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam ketidak mengertian manusia, namun dalam rencana Allah yang kekal, proses penyaliban Yesus dilakukan persis seperti yang telah dinubuatkan Alkitab, termasuk ketika mereka membawa Yesus ke bukit Golgota untuk disalib dengan memaku tangan dan kaki Yesus (Mark 15:22, Maz 22:17), ketika memberi Yesus minum anggur\/mur (Mark 15:23, Maz 69:22), ketika membuang undi untuk pakaian Yesus (Mark 15:24, Maz 22:19) dan ketika mereka mengolok-olok Yesus (Mark 15:26-32, Maz 22:8).<\/p>\n\n\n\n<p>Hal itu menunjukkan bahwa penyaliban Yesus sudah ada dalam nubuat dan rencana Allah untuk menyelamatkan manusia dari dosa SESUAI KITAB SUCI, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci\u201d (1 Kor 15:3)<\/p>\n\n\n\n<p><strong>D. YESUS TERKUTUK\/DISALIB KARENA DOSA KITA.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Semua manusia adalah BERDOSA dan TERKUTUK, dan upah dosa dan kutuk adalah MAUT (Rom 3:23, Rom 6:23, Mat 25:41). Untuk membebaskan manusia dari upah DOSA dan KUTUK inilah, sesuai Rencana Allah, Yesus harus menempuh jalan Salib, SESUAI KITAB SUCI, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<p>1. Kitab suci berkata: \u201cTanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan\u201d (Ibrani 9:22) dan penumpahan darah itu terjadi ketika Yesus, \u201canak Domba Paskah kita\u201d di sembelih di Kayu Salib (1 Kor 5:7).<\/p>\n\n\n\n<p>2. Kitab suci berkata: \u201cTerkutuklah orang yang digantung di atas kayu salib\u201d (Gal 3:13), jadi Yesus telah membebaskan kita dari kutuk dengan jalan menjadi kutuk diatas kayu salib menggantikan kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Seandainya Yesus mati MENCUCURKAN DARAH tapi tidak TERGANTUNG DI SALIB, maka upah dosa\/kutuk yaitu maut belum beres. Dan jika Yesus mati TERGANTUNG DISALIB namun tidak MENCUCURKAN DARAH maka upah dosa dan kutuk yaitu maut juga belum beres.<\/p>\n\n\n\n<p>Puji Tuhan, tema kita hari ini: Yesus Terkutuk\/Dipaku di Salib karena dosa kita\u201d berarti Yesus telah membereskan dosa dan kutuk kita sekaligus diatas kayu Salib, yaitu TERGANTUNG dan MENCURAHKAN DARAH untuk membayar dan membebaskan kita dari upah dosa dan kutuk, yaitu MAUT sehingga kita beroleh hidup yang kekal bagi yang percaya kepadaNya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>E. PENUTUP<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ayat Bacaan Mikha 7:7-13, ingin mendorong kita untuk mendeklarasikan syukur kita karena Allah telah memperjuangkan perkara kita (dosa yang membawa maut) dengan memberi kita keadilan dengan jalan menjadi TERKUTUK diatas KAYU SALIB, DIA tergantung dan mencurahkan darah, untuk keselamatan kita (Mik 7:9).<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>By. Pdt. Thomos Sihombing, M.A. SHARING KOTBAH JUMAT AGUNG JUMAT, 19 April 2019Topik: \u201cYesus Terkutuk Karena Dosa Kita\u201d &amp; \u201cYesus Dipaku Diatas Kayu Salib\u201dKhotbah: Markus 15:22-32Bacaan: Mika 7:7-13 A. PENDAHULUAN Hari Jumat Agung Yesus mati disalibkan untuk menebus dosa-dosa manusia. Yesus menjadi \u201cTerkutuk Disalibkan\u201d menjadi orang yang terhitung diantara orang-orang yang durhaka (Mark 15:28) untuk &hellip; <a href=\"https:\/\/glfiministry.org\/news\/yesus-terkutuk-karena-dosa-kita-yesus-dipaku-diatas-kayu-salib\/\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">\u201cYesus Terkutuk Karena Dosa Kita\u201d &#038; \u201cYesus Dipaku Diatas Kayu Salib\u201d<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":false,"medium":false,"thumbnail":false},"magazine_blocks_author":{"display_name":"admin","author_link":"https:\/\/glfiministry.org\/news\/author\/admin\/"},"magazine_blocks_comment":13,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c70624b5f2afde1db51036826c6fb0e1?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/glfiministry.org\/news\/category\/sharing-kotbah-minggu\/\" rel=\"category tag\">Sharing Kotbah Minggu<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/glfiministry.org\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127"}],"collection":[{"href":"https:\/\/glfiministry.org\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/glfiministry.org\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/glfiministry.org\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/glfiministry.org\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=127"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/glfiministry.org\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":129,"href":"https:\/\/glfiministry.org\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127\/revisions\/129"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/glfiministry.org\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=127"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/glfiministry.org\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=127"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/glfiministry.org\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=127"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}